Depresi Teratasi Dengan Psikoterapi Pranadiva

Testimoni » Depresi Teratasi Dengan Psikoterapi Pranadiva

Sebulan yang lalu. Calon mertuaku, orang tua Anggy, meninggal. Yang meninggal adalah ayahnya. Sedangkan ibunya telah meninggal dua tahun yang lalu.

Kehilangan orang yang sangat berharga. Membuat Anggy, pacarku depresi berat. Dan sebulan dia tak mau keluar kamar. aku sebagai pacarnya. Sampai harus berusaha keras untuk merayunya makan. Aku sampai malu sama keluarga-nya anggy. Setiap hari bertamu. Karena Anggy hanya mau makan kalau aku suapin.

Kalau begini terus. Bisa bahaya. Aku gak bisa bayangin kalau Anggy seperti ini terus. Anggy bisa gila. Sebuah kemungkinan yang berada di depan mata. Depresi Anggy harus segera sembuh. Begitu saya bertekad.

Saya mencari berbagai informasi tentang terapi drepesi. Ketemulah, terapi pranadiva. Saya memilih terapi pranadiva. Karena terapi depresi yang dilakukan pranadiva. Dapat dilakukan dengan jarak jauh. Sehingga tidak perlu membawa Anggy keluar rumah. Karena memang, tidak akan bisa mengajak Anggy keluar rumah.

Baru seminggu menjalani terapi. Anggy menunjukkan banyak perubahan. Anggy mulai normal. Dia tak lagi menjerit-jerit memanggil ayahnya. Dia sekarang bisa makan sendiri. Aku tak harus menyuapinya tiap makan. Terapi terus dilakukan. Karena terapi pranadiva memang berdampak positif. Setelah sebulan sejak menjalani terapi. Anggy telah kembali. Anggy yang ku cintai sepenuh hati. Anggy yang dulu ku kenal telah kembali. Anggy yang akan menjadi pendamping hidup selamanya.

Aku sangat senang, hepi banget, terapi depresi dari pranadiva sangat manjur. Thankful pranadiva!

 

Natan, 21th, Makasar