Kini Maagku Tidak Pernah Kambuh Lagi, Bahkan Tidak Perlu Operasi

Testimoni » Kini Maagku Tidak Pernah Kambuh Lagi, Bahkan Tidak Perlu Operasi

Bisa dibilang saya adalah seorang penderita maag akut. Sejak kecil, asam lambung saya memang suka naik kalau telat makan. Walau sudah makan, terkadang lambung masih suka perih. Maagku ini makin parah saat aku masuk kuliah. Karena jauh dari orang tua, jadi tidak bisa diawasi mau makan jam berapapun.

Dan keadaan ini diperburuk waktu aku ditunjuk menjadi panitia di acara inagurasi kampus. Masalahnya si simple, hanya lupa sarapan, dan baru makan saat sudah siang dan perut terlanjur perih. Keadaan perutku nggak berubah walau sudah minum obat maag, hingga esoknya saya masih mengalami maag dan muntah-muntah.

Teman saya melarikan saya ke rumah sakit terdekat. Dan disitu dokter langsung menangani dan mengecek keadaan saya. Alangkah kagetnya saya sewaktu dokter mengatakan lambung saya lecet dan harus opname beberapa hari, bila keadaan saya tidak membaik saya dianjurkan untuk operasi. Takut dengan opsi terakhir, saya memilih untuk opname dulu untuk melihat keadaan saya.

Keluarga saya pun datang untuk menemani saya selama opname. Saya menceritakan tentang opsi operasi, tetapi membayangkannya saja ngeri. Lalu tante menyarankan saya untuk mencoba pengobatan alternatif saja. Pengobatan alternatif? Hari gini masih percaya gituan? Nggak nggak nggak, pasti ada opsi lain.

Nggak kehabisan akal, saya mencari penyembuhan maag lain di internet. Sempat membuka beberapa website, dan akhirnya saya menemukan pranadiva.com ini. Awalnya, saya tidak tertarik, saya kira prana itu sama seperti penyembuhan alternatif lain. Tapi begitu saya tahu bahwa prana ini sudah dibuktikan secaa ilmiah, dan melihat testimoni-testimoni bahwa prana ini berhasil, saya pun memesan terapi maag dengan prana.

Esoknya,Ibu Dewi Gayatri datang untuk menerapi saya. Usianya yang tidak terpaut terlalu jauh sempat membuat saya curiga, benar seorang pakar bukan? Tetapi entah mengapa Ibu Dewi Gayatri ini memancarkan aura yang berbeda, yang membuat saya yakin.

5 menit pertama terapi prana, perih pada lambung yang masih saya rasakan berangsur hilang. bahkan saya merasakan sensai rileks, dan merasakan diri saya semakin bertenaga. Selesai terapi, Ibu Dewi Gayatri meminta saya untuk istirahat dan check-up besok. Malamnya saya bisa tidur nyenyak tanpa sakit di lambung.

Besoknya, saat di check-up oleh dokter, dengan keheranan beliau mengatakan lambung saya sembuh, dan diperbolehkan untuk pulang. saya antara takjub dan gembira, takjub dengan terapi prana ini yang menyembuhkan saya dengan sekali terapi.

Alhamdulillah, sampai sekarang maag saya tidak pernah kumat lagi, bahkan saat saya telat makan sekalipun. Ini semua berkat terapi prana dengan pranadiva oleh Ibu Dewi Gayatri.

Cynthia (20 tahun, Mahasiswi, Semarang)