Terbebas dari katarak dan efek merokok lainnya, berkat terapi berhenti merokok

Testimoni » Terbebas dari katarak dan efek merokok lainnya, berkat terapi berhenti merokok

Rokok memang tidak bisa dilepaskan dengan image pria macho, mungkin inilah yang menyebabkan saya jadi kecanduan untuk merokok. Berawal dari iseng-iseng nyoba karena ikut teman-teman, akhirnya saya menjadi perokok aktif sekitar tujuh tahun ini. Satu-dua bungkus biasa saya habiskan dalam sehari, celotehan istri untuk berhenti merokok tidak saya hiraukan.

Hingga suatu waktu, saya mengalami pengapuran pada mata, atau kata dokter saya terkena katarak, namun belum begitu berbahaya karena tidak sampai buta. Yang saya herankan, katarak ini saya dapatkan karena kebiasaan aktif saya merokok. Padahal saya rasa selama ini kesehatan jantung dan paruparu saya tidak terganggu.

Saya disarankan dokter untuk menjalani operasi, tetapi saya memilih opsi pengobatan lain. Hingga saya disarankan oleh teman untuk menjalani terapi dengan prana, satu penyembuhan dengan segudang manfaat lainnya. Saya pun akhirnya menghubungi Ibu Dewi Gayatri, pemilik dari klinik pranadiva, dikenalkan oleh teman saya itu.

Saya pun datang ke Semarang untuk menjalani terapi, ternyata bukan hanya mata saya yang kena, tetapi terjadi komplikasi pada beberapa cakra di tubuh saya. Setelah beberapa kali terapi, saya dinyatakan sembuh oleh dokter.

Akhirnya saya pun mengikuti terapi untuk menghentikan kebiasaan saya merokok dengan pranadiva ini. Maklum, sekarang ada bayi kecil dirumah kami, saya hanya takut anak saya juga mengalami efek buruk karena rokok yang saya hirup. Apalagi pekerjaan saya sebagai manager rawan dengan gangguan kesehatan karena aktifitas yang padat, saya hanya tidak ingin masa tua nanti saya terkena stroke.

Puji tuhan, sekarang saya terbebas dari candu rokok. Saya merasa hidup saya saat ini lebih sehat dan berkualitas. Uang yang tadinya untuk membeli rokok pun kini bisa saya manfaatkan untuk keperluan lain. Terima kasih Ibu Dewi Gayatri.

Jonathan (34 tahun, Manager, Bandung)