Terhindar Dari Santet Dengan Proteksi Pranadiva

Testimoni » Terhindar Dari Santet Dengan Proteksi Pranadiva

Saya adalah dosen disebuah universitas swasta di Yogyakarta. Sepak terjang saya yang bersih, disukai oleh para mahasiswa, dan tidak mau diajak korupsi oleh teman-teman sesama dosen membuat saya tidak disukai oleh mereka. Apalagi saat skandal korupsi ini terkuak dan saya dinyatakan bersih, sedangkan teman-teman dosen yang lain diberhentikan, membuat lebih panjang daftar orang yang membenci saya. Akhirnya, saya direkomendasikan untuk naik jabatan, menjadi Ketua jurusan.

Sebelum saya naik jabatan, banyak hal-hal aneh terjadi. Selama beberapa hari, didepan rumah saya terdapat sesajian dengan bunga layu. Tadinya saya tidak percaya bahwa itu adalah kiriman santet, pikiran saya yang rasional tidak percaya dengan hal itu. Tetapi, hal ini makin memburuk saat kaki kanan saya sakit luar biasa tiba-tiba, sampai-sampai saya tidak bisa berdiri. Saya pun pasrah saja saat istri memanggil orang pintar, dan benar dugaan sebelumnya bahwa saya mendapat kiriman santet dari orang yang iri dengan saya.

Walaupun sudah di obati oleh orang pintar tersebut selama beberapa hari, sakit saya tidak kunjung sembuh, bahkan kiriman sesaji masih saya dapatkan. Untuk datang ke dukun, saya takut dan malu, dan menganggap itu musrik. Lalu teman sesama dosen yang akrab dengan saya menganjurkan pengobatan alternatif lain, dengan prana misalnya. Prana? Saya hanya bisa mengernyitkan dahi.

Anak saya ikut mncarinya di internet dan menemukan situs pranadiva.com. cukup menjanjikan dan ilmiah menurut saya yang rasional ini. Setelah berkonsultasi dengan CS lewat telepon, saya pun memesan proteksi dengan prana untuk diri saya lewat jarak jauh. Malamnya, saya bisa tidur dengan tenang.

Sakit pada kaki saya berangsur-angsur sembuh, dan saya tidak pernah mendapat kiriman sesaji lagi. Walaupun karena selama beberapa bulan meminta ijin membuat saya naik jabatan hanya sebagai kepala dekorasi, tetapi saya bersyukur akan hal itu. Hidup saya sekarang terasa lebih tenang. Saya tidak ada pikiran sama sekali untuk membalas dendam, karena menuut saya hidupnya tidak akan berkah. Yang terpenting menurut saya, dengan proteksi prana ini saya terhindar dari ulah orang yang dengki terhadap saya.

Anwar (51 tahun, Dosen, Yogyakarta)